Rabu, 23 Desember 2020

PEMBELAJARAN PKN kELAS 5 TEMA 1 SUB TEMA 1

 

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Sila-Sila Pancasila

Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pancasila terdiri atas lima sila. Setiap sila Pancasila mengandung nilai-nilai di dalamnya. Sila pertama mengandung nilai ketuhanan, sila kedua mengandung nilai kemanusiaan, sila ketiga mengandung nilai persatuan, sila keempat mengandung nilai kerakyatan, dan sila kelima mengandung nilai keadilan. Nilai-nilai Pancasila menjadi inti dari pedoman masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, segala keputusan, tindakan, dan perilaku masyarakat Indonesia harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Berikut ini nikai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. 

Agar dapat memahami Pancasila secara mendalam, berikut ini nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila :

Nilai Ketuhanan

Sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung nilai Ketuhanan. Ini memiliki arti bahwa bangsa Indonesia meyakini adanya Tuhan, termasuk menjalankan perintah-Nya. Nilai Ketuhanan juga menekankan toleransi. Artinya, setiap warga negara diberikan kebebasan untuk beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing tanpa mendapat paksaan dari pihak manapun.  

Nilai Kemanusiaan

Terdapat nilai kemanusiaan dalam sila kedua Pancasila yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Artinya, seluruh manusia diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya selaku mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang sama derajatnya, sama hak dan kewajibannya, dan tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras, dan golongan. 

Nilai Persatuan

Untuk sila ketiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia”, terdapat nilai persatuan. Sila ini memiliki makna meskipun masyarakat Indonesia terdiri dari beragam etnis, suku bangsa, agama, ras, dan sebagainya, persatuan tetap harus dijunjung. Jangan sampai bangsa ini terpecah belah.  Dalam nilai persatuan juga terkandung nilai patriotisme dan cinta Tanah Air. Di mana setiap rakyat Indonesia memiliki kewajiban untuk bekerjasama dan rela berkorban untuk kepentingan Tanah Air tercinta. 

Nilai Kerakyatan  


Sila keempat Pancasila, yakni “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Sila ini mengandung nilai kerakyatan yang merupakan cerminan dari adanya demokrasi di Indonesia. Kedaulatan berada di tangan rakyat, sebab demokrasi berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Nilai kerakyatan ini juga memuat pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat serta gotong royong. 

Nilai Keadilan


Sila kelima Pancasila, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” memuat nilai keadilan. Nilai ini bermakna bahwa masyarakat berhak mendapat kesamaan kesejahteraan karena hal ini merupakan tujuan bangsa Indonesia, yaitu untuk menyejahterakan seluruh rakyatnya.

Makna Gotong Royong

Gotong royong merupakan modal dasar bagi terwujudnya suasana kemasyarakatan yang harmonis. Dengan gotong royong, masyarakat akan sering melakukan silaturahmi dan kerja sama sehingga terjalin solidaritas. Zaman dahulu gotong royong merupakan sesuatu hal yang wajib dilakukan. Gotong royong merupakan suatu nilai atau suatu kebiasaan, bahkan menjadi ciri khas masyarakat Indonesia yang diajarkan nenek moyang. Gotong-royong biasanya dilakukan dengan cara kerja bakti. Dengan mengamalkan nilai gotong royong saat kerja bakti, pekerjaan berat akan terasa ringan kerena dikerjakan bersama-sama.

Melalui gotong royong kita akan memperoleh berbagai nilai hidup dan manfaat. Manfaat gotong royong dapat kita rasakan secara langsung anatara lain, pekerjaan akan dengan cepat terselesaikan, tanpa terasa persaudaraan dan kebersamaan sesama warga semakin erat, dalam hal gotong royong menjaga keamanan memberikan manfaat keamanan lingkungan semakin terjamin, terciptanya ketentraman dan kedamaian.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS 5 BAB 1

MEMOHON PERTOLONGAN ALLAH SWT DENGAN KALIMAT THAYYIBAH HAUQALAH Mengenal Kalimat Thayyibah Hauqalah Kalimat thayyibah artinya kalimat atau u...