Selasa, 22 Desember 2020

PEMBELAJARAN IPA KELAS 5 TEMA 1 SUBTEMA 1

 

ORGAN GERAK HEWAN DAN MANUSIA

Organ Gerak pada Hewan dan Manusia

Makhluk hidup akan bergerak apabila ada rangsangan yang mengenai sebagian tubuhnya. Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah bergerak atau berpindah tempat. Cara makhluk hidup bergerak bisa bermacam-macam, antara lain berjalan, berlari, terbang, berenang, atau merayap. Hewan bergerak untuk mencari makan dan melindungi diri.

Gerak pada manusia dan hewan menggunakan organ gerak yang tersusun dalam sistem gerak. Alat gerak manusia dan hewan berupa tulang (alat gerak pasif) dan otot (alat gerak aktif). Tulang disebut alat gerak pasif karena tidak dapat bergerak sendiri. Otot disebut alat gerak aktif karena memiliki  suatu senyawa kimia yang membuatnya dapat bergerak.

Kerangka Hewan Vertebrata



Menurut jenisnya, hewan dibagi menjadi dua, yaitu hewan bertulang belakang (vertebrata) dan hewan tidak bertulang belakang (avertebrata). Ciri hewan vertebrata :

Hewan vertebrata berbeda dengan hewan invertebrata. Berikut ciri-ciri unik yang bisa ditemukan pada setiap hewan vertebrata:

  1. Tubuh memiliki tulang belakang sejati, dengan kerangka internal (endoskeleton) dan otot yang melekat pada tulang.
  2. Sistem peredaran darah tertutup, dan alat pernapasan paru-paru atau insang untuk penukaran gas (oksigen dan karbon dioksida).
  3. Jantung ventral dengan 2 –  4 ruang
  4. Sistem pencernaan yang dilengkapi dengan hati, kelenjar pencernaan, dan pankreas. 
  5. Tubuh terdiri dari kepala, badan, dan ekor. 
  6. Sistem saraf dari sistem saraf pusat otak yang memproses informasi melalui organ sensorik.
  7. Memiliki selaput kulit.
  8. Alat gerak aktif berupa kaki, sayap, atau sirip.
  9. Sistem ekskresi berupa ginjal.


        Hewan Vertebrata memiliki tulang dalam atau endoskeleton yang berfungsi untuk menopang berat badan hewan tersebut.

Berikut ini beberapa jenis hewan vertebrata beserta struktur kerangkanya :

Ikan (Pices)



Ikan merupakan jenis hewan vertebrata terbesar di dunia. Hewan vertebrata ini ditemukan sekitar 500 juta tahun lalu dan kini terdapat 24,000 jenis ikan yang berbeda. 

Ikan dapat dibagi berdasarkan jenis habitat air:

Ø  Ikan air tawar: terdiri dari sekitar 41 jenis. Contohnya ikan emas, ikan oscar, dan ikan cupang.

Ø  Ikan air asin: terdiri dari 15,000 jenis. Contohnya ikan bintang dan ubur-ubur.

Setiap jenis ikan memiliki keunikan masing-masing, tapi hampir seluruhnya mempunyai beberapa ciri-ciri yang sama, antara lain:

Ø  Berdarah dingin (Ektotermik): Ikan tidak mampu meregulasi suhu tubuh sendiri. Mereka mengandalkan temperatur lingkungan. Suhu tubuh ikan berubah tergantung suhu lingkungan mereka. 

Ø  Hidup di air: Seluruh ikan berhabitat di dalam air. Namun, ada beberapa ikan seperti ikan mudskipper yang bisa hidup di daratan. Ingat, tidak semua binatang yang hidup di air adalah ikan, contohnya lumba-lumba, paus, dan kura-kura. 

Ø  Bernapas dengan insang: Semua ikan memiliki insang untuk menyerap oksigen dalam air dan mengeluarkan karbon dioksida. Ada beberapa jenis ikan yang tinggal di lingkungan dengan kadar oksigen rendah memiliki paru-paru juga.Seluruh jenis ikan mempunyai insang sepanjang hidup mereka. Sebagian hewan yang memiliki insang untuk sementara bukan merupakan ikan, contohnya kecebong yang bermetamorfosis menjadi katak.

Ø  Kandung Kemih Berenang: Disebut juga kandung kemih gas, yang bermanfaat sebagai daya apung, agar tidak tenggelam atau mengapung berlebihan. Organ ini terletak pada bagian punggung ikan. 

Ø  Sirip: Ada banyak tipe sirip pada ikan, tapi yang paling umum ditemukan adalah sirip ekor, sirip dada, sirip dubur, dan sirip punggung. Fungsi sirip adalah mengatur ikan berenang.

Ø  Jantung ventral dengan 2 ruang

Ø  Tidak ada telinga eksternal dan kelopak mata

Katak (Amfibi)



Hewan amphibi mudah ditemukan di berbagai bagian dunia. Namun, sebagian besar hewan vertebrata ini hidup di area yang hangat dengan curah hujan tahunan tinggi. Jumlah mereka kini ada sekitar 7,000 jenis di dunia. Contoh hewan amphibi adalah katak, salamander, dan caecilian.

Ciri-ciri hewan amphibi:

Ø  Berdarah dingin: suhu tubuh tergantung dengan temperatur lingkungan. Hewan Amphibi aktif dalam lingkungan hangat.

Ø  Jantung ventral dengan 3 ruang

Ø  Bernapas dengan insang, paru-paru, dan kulit: Pada fase larva, hewan amphibi bernapas dengan insang. Saat tumbuh dewasa dan mulai hidup di daratan, mereka mulai bernapas dengan paru-paru dan kulit. 

Ø  Berkembang biak dengan telur tanpa cangkang: Sebagian besar hewan amphibi mengalami proses metamorfosis

Ø  Hewan Amphibi Dewasa adalah Karnivor: Dalam air mereka mengonsumsi ikan, dan reptil kecil. Di daratan, mereka mengonsumsi cacing dan serangga.

Ø  Kulit permeabel dan lembab

Burung (Aves)

Aves ialah kelas tersendiri dalam suatu kingdom animalia, aves atau burung mempunyai ciri umum yakni berbulu dan kebanyakan diantara mereka bisa terbang. Kelas aves ialah satu-satunya kelompok hewan yang mempunyai bulu, (jangan salah mamalia berambut, bukan berbulu). Hal ini dikarenakan keunikan tersendiri dari kelompok hewan tersebut.

Ciri-ciri hewan Aves:

Ø  Tubuh dipenuhi bulu :  berfungsi untuk melindungi tubuh mereka dari suhu di lingkungan (diluar tubuh mereka). Dengan mereka memiliki bulu yang menutupi kulit sehingga mereka dapat mengatur suhu tubuh mereka entah itu panas ataupun dingin.

Ø  Rangka tubuh yang ringan dan tulang keropos : memudahkan mereka untuk melakukan pergerakan, terutama pada bagian sayap mereka.

Ø  Berkembang biak dengan bertelur (ovipar)

Ø  Hewan homoioterm (berdarah panas) : Cara kerja hewan aves yang termasuk homoioterm dengan mengatur suhu tubuh melalui proses berkeringat atau proses radiasi. Proses radiasi pada sistem pengaturan suhu hewan yang berdarah panas karena adanya emisi dari energi elektromagnet sehingga panas ditransfer ke obyek lain yang tidak kontak langsung.

Ø  Bersayap dan sepasang kaki : Fungsi sayap dan kaki pada hewan aves adalah memudahkan mereka dalam berpindah tempat (akomodasi). Biasanya beberapa hewan aves menggunakan sayap untuk bermigrasi ke tempat lain.

Ø  Bernafas dengan paru-paru dan kantung hawa : Kantung hawa pada aves biasa difungsikan jika aves kekurangan udara sehingga cadangan udara pada kantung hawa berfungsi saat diperlukan saja.

Ø  Habitat perairan dan daratan

Ø  Bagian bulu pada tubuh aves terdiri dari plumae, filoplumae dan plumulae

Ø  Sistem ekskresi menggunakan ginjal dan tidak ada kandung kemih

Ø  Bagian jantung ada 4 (empat)

Ø  Sistem peredaran darah tertutup

Ø  Organ reproduksi antara jantan dan betina berbeda

Reptil



Istilah reptile berasal dari kata Reptum yang berarti melata. Reptile masuk dalam  tetrapoda yakni hewan berkaki empat. Reptil adalah organism vertebrata (bertulang belakang) dan ada juga berkaki empat, mempunyai sisik yang menutupi semua permukaan tubuhnya serta bersifat poikiloterm (berdarah dingin). Menurut para ahli, reptile ialah organism pertama yang bisa bertahan hidup di lingkungan yang kering.

Ciri-ciri Reptil :                            

Ø  Reptil mempunyai kulit bersisik serta kering yang terbuat dari zat tanduk yang fungsinya guna melindungi dari kekeringan.

Ø  Reptil berjalan dengan melata dimana semua tubuh menelungkup ke tanah, sementara pada bangsa ular bergerak dengan mengerutkan otot di kedua sisi tulang belakang secara bergantian.

Ø  Reptil mempunyai 2 pasang kaki dan pada tiap kaki mempunyai cakar. Sementara pada penyu kakinya memipih berbentuk kayuh guna membantu saat berenang.

Ø  Reptil berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar), misalnya pada penyu dan bertelur melahirkan (ovovivipar), misalnya pada ular boa. Fertilisasi secara internal, alat kelamin jantan biasa disebut sebagai hemipenis.

Mamalia


Perbedaan Hewan Vertebrata dan Avertebrata

Hewan diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu vertebrata dan avertebrata (invertebrata). Kelompok hewan vertebrata dan avertebrata memiliki banyak perbedaan. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang punggung dengan sumsum tulang belakang. Avertebrata adalah hewan tanpa tulang belakang dan merupakan kelompok besar hewan dari semua spesies hewan.

Berikut ini beberapa perbedaan vertebrata dan avertebrata dilihat dari berbagai aspek :

1. Karakter fisik : Avertebrata tidak memiliki tulang belakang, sedangkan vertebrata memiliki tulang belakang.

2. Habitat : Kedua tipe kelompok hewan tersebut hidup di habitat yang beragam.

3. Populasi : sampai sekarang hampir 2 juta spesies avertebrata sudah diidentifikasi yang menyusun sekitar 98 % dari total hewan, disisi lain vertebrata hanya mengisi 2 % dari spesies hewan.

4. Klasifikasi : vertebrata diklasifikasikan ke dalam ikan (pisces), amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Sementara itu, avertebrata diklasifikasikan menjadi hewan berpori, hewan berongga, cacing, hewan lunak, hewan berbuku-buku, dan hewan berduri.

5. Ukuran : avertebrata, seperti ulat, kerang, dan serangga-serangga kecil bergerak lambat karena kekurangan cara untuk membuat badannya menjadi lebih besar dan kekurangan otot yang diperlukan untuk menggerakkan badannya. Vertebrata memiliki kemampuan untuk berkembang lebih cepat dan badan yang lebih besar dari avertebrata.

6. Adaptasi pada lingkungan : Vertebrata memiliki saraf yang berkembang tinggi. Avertebrata memiliki sistem saraf yang sederhana dan kebanyakan dari mereka bertindak dengan insting.

 


Gerak pada Hewan Vertebrata dan Avertebrata

Gerak pada hewan vertebrata dan avertebrata umumnya terjadi secara sadar. Perbedaan gerak pada vertebrata dan avertebrata:

1. Gerak pada Vertebrata

Alat gerak pada vertebrata meliputi alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Tulang dalam sistem gerak merupakan alat gerak pasif karena berhubungan dengan fungsi tulang yang hanya dapat bergerak bila digerakkan oleh otot. Otot  merupakan alat gerak aktif karena kemampuannya berkontraksi dan relaksasi. Contoh : ikan laut anggota geraknya berupa sirip yang berpasangan. Hewan yang hidup didarat memiliki tulang belakang yang melengkung. Rangka pada hewan vertebrata berbeda-beda sesuai dengan tempat hidup, fungsi, dan cara hidupnya.



2. Gerak pada Avertebrata

Tidak semua avertebrata memiliki sistem saraf. Hewan yang tergolong protozoa dan porifera tidak memiliki sistem saraf. Setiap sel penyusun tubuh hewan tersebut mampu mengadakan reaksi terhadap stimulus yang diterima dan tidak ada koordinasi antara satu sel dengan sel tubuh lainnya. Hewan bersel satu, seperti amoeba, meskipun tidak mempunyai urat saraf, tetapi protoplasmanya dapat memalkukan segala kegiatan. Protozoa memiliki tiga alat gerak yaitu kaki semu, flagel, dan silia.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS 5 BAB 1

MEMOHON PERTOLONGAN ALLAH SWT DENGAN KALIMAT THAYYIBAH HAUQALAH Mengenal Kalimat Thayyibah Hauqalah Kalimat thayyibah artinya kalimat atau u...