ORGAN GERAK HEWAN DAN MANUSIA
Organ Gerak pada Hewan dan Manusia
Makhluk hidup akan bergerak apabila ada rangsangan yang mengenai sebagian
tubuhnya. Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah bergerak atau berpindah
tempat. Cara makhluk hidup bergerak bisa bermacam-macam, antara lain berjalan,
berlari, terbang, berenang, atau merayap. Hewan bergerak untuk mencari makan
dan melindungi diri.
Gerak pada manusia dan hewan menggunakan organ gerak yang tersusun
dalam sistem gerak. Alat gerak manusia dan hewan berupa tulang (alat gerak
pasif) dan otot (alat gerak aktif). Tulang disebut alat gerak pasif karena
tidak dapat bergerak sendiri. Otot disebut alat gerak aktif karena
memiliki suatu senyawa kimia yang
membuatnya dapat bergerak.
Kerangka Hewan Vertebrata
Menurut jenisnya, hewan dibagi menjadi dua, yaitu hewan bertulang
belakang (vertebrata) dan hewan tidak bertulang belakang (avertebrata). Ciri hewan
vertebrata :
Hewan vertebrata berbeda dengan hewan invertebrata. Berikut
ciri-ciri unik yang bisa ditemukan pada setiap hewan vertebrata:
- Tubuh
memiliki tulang belakang sejati, dengan kerangka internal (endoskeleton)
dan otot yang melekat pada tulang.
- Sistem
peredaran darah tertutup, dan alat pernapasan paru-paru atau insang untuk
penukaran gas (oksigen dan karbon dioksida).
- Jantung
ventral dengan 2 – 4 ruang
- Sistem
pencernaan yang dilengkapi dengan hati, kelenjar pencernaan, dan
pankreas.
- Tubuh
terdiri dari kepala, badan, dan ekor.
- Sistem
saraf dari sistem saraf pusat otak yang memproses informasi melalui organ
sensorik.
- Memiliki
selaput kulit.
- Alat gerak
aktif berupa kaki, sayap, atau sirip.
- Sistem
ekskresi berupa ginjal.
Hewan Vertebrata memiliki tulang dalam atau
endoskeleton yang berfungsi untuk menopang berat badan hewan tersebut.
Berikut ini beberapa jenis hewan vertebrata beserta struktur
kerangkanya :
Ikan
(Pices)
Ikan merupakan jenis hewan
vertebrata terbesar di dunia. Hewan vertebrata ini ditemukan sekitar 500 juta
tahun lalu dan kini terdapat 24,000 jenis ikan yang berbeda.
Ikan dapat dibagi berdasarkan jenis habitat air:
Ø Ikan air tawar: terdiri dari sekitar 41 jenis. Contohnya ikan emas,
ikan oscar, dan ikan cupang.
Ø Ikan air asin: terdiri dari 15,000 jenis. Contohnya ikan bintang
dan ubur-ubur.
Setiap jenis ikan memiliki keunikan masing-masing, tapi hampir
seluruhnya mempunyai beberapa ciri-ciri yang sama, antara lain:
Ø Berdarah dingin (Ektotermik): Ikan tidak mampu meregulasi suhu
tubuh sendiri. Mereka mengandalkan temperatur lingkungan. Suhu tubuh ikan
berubah tergantung suhu lingkungan mereka.
Ø Hidup di air: Seluruh ikan berhabitat di dalam air. Namun, ada
beberapa ikan seperti ikan mudskipper yang bisa hidup di daratan. Ingat, tidak
semua binatang yang hidup di air adalah ikan, contohnya lumba-lumba, paus, dan
kura-kura.
Ø Bernapas dengan insang: Semua ikan memiliki insang untuk menyerap
oksigen dalam air dan mengeluarkan karbon dioksida. Ada beberapa jenis ikan
yang tinggal di lingkungan dengan kadar oksigen rendah memiliki paru-paru
juga.Seluruh jenis ikan mempunyai insang sepanjang hidup mereka. Sebagian hewan
yang memiliki insang untuk sementara bukan merupakan ikan, contohnya kecebong
yang bermetamorfosis menjadi katak.
Ø Kandung Kemih Berenang: Disebut juga kandung kemih gas, yang
bermanfaat sebagai daya apung, agar tidak tenggelam atau mengapung berlebihan.
Organ ini terletak pada bagian punggung ikan.
Ø Sirip: Ada banyak tipe sirip pada ikan, tapi yang paling umum
ditemukan adalah sirip ekor, sirip dada, sirip dubur, dan sirip punggung.
Fungsi sirip adalah mengatur ikan berenang.
Ø Jantung ventral dengan 2 ruang
Ø Tidak ada telinga eksternal dan kelopak mata
Katak (Amfibi)
Hewan amphibi mudah ditemukan di berbagai
bagian dunia. Namun, sebagian besar hewan vertebrata ini hidup di area yang
hangat dengan curah hujan tahunan tinggi. Jumlah mereka kini ada sekitar 7,000
jenis di dunia. Contoh hewan amphibi adalah katak, salamander, dan caecilian.
Ciri-ciri hewan amphibi:
Ø Berdarah dingin: suhu tubuh tergantung dengan
temperatur lingkungan. Hewan Amphibi aktif dalam lingkungan hangat.
Ø Jantung ventral dengan 3 ruang
Ø Bernapas dengan insang, paru-paru, dan kulit: Pada
fase larva, hewan amphibi bernapas dengan insang. Saat tumbuh dewasa dan mulai
hidup di daratan, mereka mulai bernapas dengan paru-paru dan kulit.
Ø Berkembang biak dengan telur tanpa cangkang: Sebagian
besar hewan amphibi mengalami proses metamorfosis
Ø Hewan Amphibi Dewasa adalah Karnivor: Dalam air mereka
mengonsumsi ikan, dan reptil kecil. Di daratan, mereka mengonsumsi cacing dan
serangga.
Ø Kulit permeabel dan lembab
Burung (Aves)
Aves ialah kelas tersendiri dalam
suatu kingdom animalia, aves atau burung mempunyai ciri umum yakni berbulu dan
kebanyakan diantara mereka bisa terbang. Kelas aves ialah satu-satunya kelompok
hewan yang mempunyai bulu, (jangan salah mamalia berambut, bukan berbulu). Hal
ini dikarenakan keunikan tersendiri dari kelompok hewan tersebut.
Ciri-ciri hewan Aves:
Ø Tubuh dipenuhi bulu : berfungsi
untuk melindungi tubuh mereka dari suhu di lingkungan (diluar tubuh mereka).
Dengan mereka memiliki bulu yang menutupi kulit sehingga mereka dapat mengatur
suhu tubuh mereka entah itu panas ataupun dingin.
Ø Rangka tubuh yang ringan dan tulang keropos : memudahkan mereka
untuk melakukan pergerakan, terutama pada bagian sayap mereka.
Ø Berkembang biak dengan bertelur (ovipar)
Ø Hewan homoioterm (berdarah panas) : Cara kerja hewan aves yang
termasuk homoioterm dengan mengatur suhu tubuh melalui proses berkeringat atau
proses radiasi. Proses radiasi pada sistem pengaturan suhu hewan yang berdarah
panas karena adanya emisi dari energi elektromagnet sehingga panas ditransfer
ke obyek lain yang tidak kontak langsung.
Ø Bersayap dan sepasang kaki : Fungsi sayap dan kaki pada hewan aves
adalah memudahkan mereka dalam berpindah tempat (akomodasi). Biasanya beberapa
hewan aves menggunakan sayap untuk bermigrasi ke tempat lain.
Ø Bernafas dengan paru-paru dan kantung hawa : Kantung hawa pada aves
biasa difungsikan jika aves kekurangan udara sehingga cadangan udara pada
kantung hawa berfungsi saat diperlukan saja.
Ø Habitat perairan dan daratan
Ø Bagian bulu pada tubuh aves terdiri dari plumae, filoplumae dan
plumulae
Ø Sistem ekskresi menggunakan ginjal dan tidak ada kandung kemih
Ø Bagian jantung ada 4 (empat)
Ø Sistem peredaran darah tertutup
Ø Organ reproduksi antara jantan dan betina berbeda
Reptil

Istilah reptile berasal dari kata
Reptum yang berarti melata. Reptile masuk dalam
tetrapoda yakni hewan berkaki empat. Reptil adalah organism vertebrata
(bertulang belakang) dan ada juga berkaki empat, mempunyai sisik yang menutupi
semua permukaan tubuhnya serta bersifat poikiloterm (berdarah dingin). Menurut
para ahli, reptile ialah organism pertama yang bisa bertahan hidup di
lingkungan yang kering.
Ciri-ciri Reptil :
Ø Reptil mempunyai kulit bersisik serta kering yang terbuat dari zat
tanduk yang fungsinya guna melindungi dari kekeringan.
Ø Reptil berjalan dengan melata dimana semua tubuh menelungkup ke
tanah, sementara pada bangsa ular bergerak dengan mengerutkan otot di kedua
sisi tulang belakang secara bergantian.
Ø Reptil mempunyai 2 pasang kaki dan pada tiap kaki mempunyai cakar.
Sementara pada penyu kakinya memipih berbentuk kayuh guna membantu saat
berenang.
Ø Reptil berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar), misalnya pada
penyu dan bertelur melahirkan (ovovivipar), misalnya pada ular boa. Fertilisasi
secara internal, alat kelamin jantan biasa disebut sebagai hemipenis.

Perbedaan Hewan Vertebrata dan Avertebrata
Hewan diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu
vertebrata dan avertebrata (invertebrata). Kelompok hewan vertebrata dan avertebrata
memiliki banyak perbedaan. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang
punggung dengan sumsum tulang belakang. Avertebrata adalah hewan tanpa tulang
belakang dan merupakan kelompok besar hewan dari semua spesies hewan.
Berikut ini beberapa perbedaan vertebrata dan avertebrata dilihat
dari berbagai aspek :
1. Karakter
fisik : Avertebrata tidak memiliki tulang belakang, sedangkan vertebrata
memiliki tulang belakang.
2. Habitat : Kedua tipe kelompok hewan tersebut hidup di habitat
yang beragam.
3. Populasi :
sampai sekarang hampir 2 juta spesies avertebrata sudah diidentifikasi yang
menyusun sekitar 98 % dari total hewan, disisi lain vertebrata hanya mengisi 2
% dari spesies hewan.
4. Klasifikasi
: vertebrata diklasifikasikan ke dalam ikan (pisces), amfibi, reptil, burung,
dan mamalia. Sementara itu, avertebrata diklasifikasikan menjadi hewan berpori,
hewan berongga, cacing, hewan lunak, hewan berbuku-buku, dan hewan berduri.
5. Ukuran :
avertebrata, seperti ulat, kerang, dan serangga-serangga kecil bergerak lambat
karena kekurangan cara untuk membuat badannya menjadi lebih besar dan
kekurangan otot yang diperlukan untuk menggerakkan badannya. Vertebrata memiliki
kemampuan untuk berkembang lebih cepat dan badan yang lebih besar dari
avertebrata.
6. Adaptasi
pada lingkungan : Vertebrata memiliki saraf yang berkembang tinggi. Avertebrata
memiliki sistem saraf yang sederhana dan kebanyakan dari mereka bertindak dengan
insting.
Gerak pada Hewan Vertebrata dan
Avertebrata
Gerak
pada hewan vertebrata dan avertebrata umumnya terjadi secara sadar. Perbedaan
gerak pada vertebrata dan avertebrata:
1. Gerak pada Vertebrata
Alat gerak pada vertebrata meliputi
alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Tulang dalam
sistem gerak merupakan alat gerak pasif karena berhubungan dengan fungsi tulang
yang hanya dapat bergerak bila digerakkan oleh otot. Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuannya
berkontraksi dan relaksasi. Contoh : ikan laut anggota geraknya berupa sirip
yang berpasangan. Hewan yang hidup didarat memiliki tulang belakang yang
melengkung. Rangka pada hewan vertebrata berbeda-beda sesuai dengan tempat
hidup, fungsi, dan cara hidupnya.
2. Gerak pada Avertebrata
Tidak semua avertebrata memiliki sistem saraf. Hewan yang tergolong
protozoa dan porifera tidak memiliki sistem saraf. Setiap sel penyusun tubuh hewan
tersebut mampu mengadakan reaksi terhadap stimulus yang diterima dan tidak ada
koordinasi antara satu sel dengan sel tubuh lainnya. Hewan bersel satu, seperti
amoeba, meskipun tidak mempunyai urat saraf, tetapi protoplasmanya dapat
memalkukan segala kegiatan. Protozoa memiliki tiga alat gerak yaitu kaki semu,
flagel, dan silia.