Rabu, 23 Desember 2020

PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS 5 BAB 1

MEMOHON PERTOLONGAN ALLAH SWT DENGAN KALIMAT THAYYIBAH HAUQALAH

Mengenal Kalimat Thayyibah Hauqalah

Kalimat thayyibah artinya kalimat atau ucapan yang baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai orang Islam harus membiasakan mengucapkan perkataan yang baik dan yang bermanfaat. Apabila tidak bisa berkata baik, hendaklah diam. Sabda Nabi Muhammad saw sebagai berikut :

Barang siapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR. Muttafaq alaih)

Kalimat thayyibah bermakna sebagai kalimat baik yang berisi sanjungan dan pujian terhadap keagungan Allah SWT. Ketika kita menggantungkan harapan hanya kepada Allah Swt, maka tidak ada yang tidak mungkin atas kehendak-Nya. Seberat apapun hidup yang kita jalani, hendaknya selalu bersikap optimis dan tidak putus asa karena yakin bahwa Allah SWT akan menolong.

Mengucapkan kalimat Hauqalah

Artinya : “ Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Swt yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

Banyak kalimat thayyibah yang bisa kita amalkan di antaranya adalah hauqalah. Sehingga setiap masalah yang kita hadapi dapat terselesaikan dengan baik. Dalam sebuah kisah diriwayatkan bahwa Hubaib bin Salamah sangat senang berperang sambi mengucapkan “La haula wa laa quwwata illa billah”. Pada suatu peristiwa ia mengepung sebuah benteng Romawi dalam waktu yang cukup lama sehigga ia putus asa, kemudian tentara muslimin membaca kalimat hauqalah kemudian bertakbir, akhirnya dengan pertolongan Allah SWT dan kuasa-Nya benteng tersebut hancur. Doa merupakan senjata bagi seorang mukmin, maka kita senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT atas segala urusan kehidupan kita.

Waktu mengucapkan kalimat Thayyibah Hauqalah

Pengucapan kalimat thayyibah sesuai dengan situasi dan kondisi suatu peristiwa yang dialami oleh seseorang. Waktu yang tepat mengucapkan kalimat thayyibah hauqalah adalah

Ø Apabila mendapatkan beban berat atau mengalami berbagai kesulitan

Ø Ketika mendengar seruan azan.

Ø Ketika meminta pertolongan kepada Allah SWT

Hikmah mengucapkan kalimat thayyibah hauqalah

Banyak keistimewaan atau hikmah dengan membiasakan mengucapkan kalimat thayyibah hauqalah, diantaranya adalah

Ø Menghapus dosa-dosa

Ø Merupakan salah satu amal shaleh yang berpahala abadi

Ø Sebagai harta simpanan di surga

Ø Menghilangkan kesusahan

Ø Mempercepat datangnya rezeki

Ø Merupakan tanaman di surga

Ø Termasuk salah satu pintu surga

 


PEMBELAJARAN PKN kELAS 5 TEMA 1 SUB TEMA 1

 

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Sila-Sila Pancasila

Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pancasila terdiri atas lima sila. Setiap sila Pancasila mengandung nilai-nilai di dalamnya. Sila pertama mengandung nilai ketuhanan, sila kedua mengandung nilai kemanusiaan, sila ketiga mengandung nilai persatuan, sila keempat mengandung nilai kerakyatan, dan sila kelima mengandung nilai keadilan. Nilai-nilai Pancasila menjadi inti dari pedoman masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, segala keputusan, tindakan, dan perilaku masyarakat Indonesia harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Berikut ini nikai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. 

Agar dapat memahami Pancasila secara mendalam, berikut ini nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila :

Nilai Ketuhanan

Sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung nilai Ketuhanan. Ini memiliki arti bahwa bangsa Indonesia meyakini adanya Tuhan, termasuk menjalankan perintah-Nya. Nilai Ketuhanan juga menekankan toleransi. Artinya, setiap warga negara diberikan kebebasan untuk beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing tanpa mendapat paksaan dari pihak manapun.  

Nilai Kemanusiaan

Terdapat nilai kemanusiaan dalam sila kedua Pancasila yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Artinya, seluruh manusia diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya selaku mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang sama derajatnya, sama hak dan kewajibannya, dan tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras, dan golongan. 

Nilai Persatuan

Untuk sila ketiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia”, terdapat nilai persatuan. Sila ini memiliki makna meskipun masyarakat Indonesia terdiri dari beragam etnis, suku bangsa, agama, ras, dan sebagainya, persatuan tetap harus dijunjung. Jangan sampai bangsa ini terpecah belah.  Dalam nilai persatuan juga terkandung nilai patriotisme dan cinta Tanah Air. Di mana setiap rakyat Indonesia memiliki kewajiban untuk bekerjasama dan rela berkorban untuk kepentingan Tanah Air tercinta. 

Nilai Kerakyatan  


Sila keempat Pancasila, yakni “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Sila ini mengandung nilai kerakyatan yang merupakan cerminan dari adanya demokrasi di Indonesia. Kedaulatan berada di tangan rakyat, sebab demokrasi berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Nilai kerakyatan ini juga memuat pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat serta gotong royong. 

Nilai Keadilan


Sila kelima Pancasila, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” memuat nilai keadilan. Nilai ini bermakna bahwa masyarakat berhak mendapat kesamaan kesejahteraan karena hal ini merupakan tujuan bangsa Indonesia, yaitu untuk menyejahterakan seluruh rakyatnya.

Makna Gotong Royong

Gotong royong merupakan modal dasar bagi terwujudnya suasana kemasyarakatan yang harmonis. Dengan gotong royong, masyarakat akan sering melakukan silaturahmi dan kerja sama sehingga terjalin solidaritas. Zaman dahulu gotong royong merupakan sesuatu hal yang wajib dilakukan. Gotong royong merupakan suatu nilai atau suatu kebiasaan, bahkan menjadi ciri khas masyarakat Indonesia yang diajarkan nenek moyang. Gotong-royong biasanya dilakukan dengan cara kerja bakti. Dengan mengamalkan nilai gotong royong saat kerja bakti, pekerjaan berat akan terasa ringan kerena dikerjakan bersama-sama.

Melalui gotong royong kita akan memperoleh berbagai nilai hidup dan manfaat. Manfaat gotong royong dapat kita rasakan secara langsung anatara lain, pekerjaan akan dengan cepat terselesaikan, tanpa terasa persaudaraan dan kebersamaan sesama warga semakin erat, dalam hal gotong royong menjaga keamanan memberikan manfaat keamanan lingkungan semakin terjamin, terciptanya ketentraman dan kedamaian.



PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA kELAS 5 TEMA 1 SUB TEMA 1

 

Ide Pokok Bacaan

Pengertian ide pokok bacaan adalah ide yang menjadi pokok atau pikiran utama dalam mengembangkan paragraf suatu bacaan. Ide pokok disebut juga dengan gagasan pokok atau gagasan utama. Dalam satu paragraf, hanya terdapat satu ide pokok. Untuk mengetahui ide pokok suatu bacaan adalah dengan mengetahui letak kalimat utama dalam satu paragraf yaitu

1)   Apabila kalimat utama terletak di awal paragraf, disebut dengan paragraf deduktif.

2)   Apabila kalimat utama terletak di akhir paragraf, disebut dengan paragraf induktif.

3)   Apabila kalimat utama terletak di awal dan di akhir paragraf, disebut dengan paragraf campuran.

Fungsi ide pokok adalah memberikan penjelasan dari inti suatu bacaan atau paragraf, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami paragraf tersebut. dan menjelaskan inti dari suatu paragraf. Dengan mengidentifikasi ide pokok, kita dapat mengetahui ide utama dari paragraf tersebut.

Adapun Ciri-ciri Ide Pokok antara lain :

Ø Memiliki kalimat pendukung (kalimat pengembang) atau penjelasan

Ø Ada yang mendukung, baik itu berupa penjelasan atau alasan yang menguatkannya

Ø Inti dari sebuah paragraf atau pusat pembahasan

Beberapa langkah-langkah menemukan ide pokok

Cara menentukan ide pokok bacaan akan mudah untuk dengan mengikuti langkah – langkah menentukan ide pokok. Ada beberapa langkah yang dapat digunakan untuk menentukan ide pokok bacaan. Berikut ini adalah langkah – langkah yang dapat digunakan untuk menentukan ide pokok :

Ø Baca seluruh paragraf dengan cermat

Ø Cermati kalimat pertama hingga akhir

Ø Baca kalimat demi kalimat sampai kamu menemukan ide pokok paragraf. Dalam suatu paragraf ide pokok biasanya terletak diawal, akhir atau awal dan akhir paragraf

Ø Tandai ide pokok tiap paragraf

Ø Tandai info penting dalam tiap paragraf

Namun ide pokok juga dapat dilakukan dengan teknik membaca cepat. Membaca cepat adalah kegiatan membaca yang mengutamakan kecepatan membaca dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Penerapan kemampuan membaca cepat disesuaikan dengan tujuan membaca, aspek bacaan yang akan digali, dan berat ringannya bacaan. Diharapkan seseorang mampu membaca sebanyak dua ratus kata per menit. Dua teknik membaca cepat sebagai berikut :

1)     Teknik Skimming adalah teknik membaca cepat untuk mendapatkan inti sari, misalnya ide pokok, simpulan, kesan tentang bahasannya, dan tujuan penulisannya.

2)     Teknik scanning adalah teknik memahami informasi dari pembacaan secara cepat dan merata, kemudian berhenti ketika sampai dibagian yang dibutuhkan. Selanjutnya informasi yang dibutuhkan itu diangkat. Misalnya, membaca acara TV, kamus, buku telepon, atau mencari informasi dalam sebuah buku.

Denah

Denah adalah suatu gambaran mengenai letak tempat. Dengan denah, kita lebih mudah untuk menemukan berbagai jenis lokasi tertentu tanpa harus bertanya kepada orang lain. Kita juga dapat mengambil kesempatan untuk membaca denah itu untuk membantu orang lain ketika seseorang bertanya kepada kita. Atau definisi lain dari denah tersebut adalah pandangan atas suatu bangunan yang dipotong secara horizontal menjadi minimum 1M dari ketinggian 0,00, dengan bangunan dengan bagian atas bangunan juga dipindahkan. untuk memisahkan antar ruangan yang satu dengan yang lainnya. Selain harus menguasai lokasi yang akan digambar, seorang pembuat denah juga wajib memberikan berbagai keterangan dalam gambar denah yang ia buat. Dia dapat memberikan simbol atau memberi nama lokasi secara langsung pada peta yang telah dirancangnya. Dengan informasi dalam denah lantai, lebih mudah bagi pengguna untuk menggunakan gambar denah lantai.

Fungsi Denah                                            

Seperti halnya peta, Denah dibuat untuk memudahkan pengguna melacak lokasi. Jika peta memiliki area yang lebih besar, denah hanya mencakup area satu daerah. Fungsi denah sendiri mencakupi beberapa fungsi seperti:

Ø Fungsi Ruang : dalam hal ini, Denah digunakan untuk menunjukkan posisi setiap ruangan dalam sebuah bangunan. Berdasarkan denah lantai, Anda dapat dengan mudah mengetahui posisi ruangan di sebuah bangunan.

Ø Susunan Ruang : Fungsi kedua dari denah adalah penataan ruangan. Mirip dengan fungsi pertama, fungsi penataan ruang di denah lantai menunjukkan penataan ruang di gedung. Dengan mengamati denah lantai, pengguna denah ruang dapat dengan mudah mengetahui di mana tata letak ruangan dalam sebuah bangunan.

Ø Sirkulasi Ruang : fungsi ketiga adalah sirkulasi ruangan, yang terhubung dengan aliran masuk dan keluar sebuah ruangan. Memahami denah lantai menggunakan fungsi ini mengambil bentuk gambar yang dapat memudahkan pengguna untuk bergerak di sekitar gedung atau bangunan. Pengguna denah lantai dapat dengan mudah menemukan cara tercepat untuk mencapai kamar di gedung tertentu.

Ø Dimensi Ruang : fungsi dimensi ruang berarti denah lantai berguna untuk menunjukkan dimensi ukuran setiap kamar dalam bangunan atau ruangan. Fungsi ini memudahkan pengguna denah untuk menentukan ukuran masing-masing kamar di sebuah gedung.

Ø Letak Pintu dan Bukaan : fungsi selanjutnya dari denah lantai adalah fungsi posisi pintu dan bukaan. Fitur ini berguna untuk membantu planimetri posisi pintu dan berbagai intake udara lainnya. Ini sangat berguna ketika berbagai bencana seperti kebakaran terjadi di sebuah gedung. Fungsi ini memudahkan pengguna denah untuk menemukan pintu atau ventilasi yang dapat mereka simpan.

Ø Isi Ruang : fungsi denah berupa isi ruang yang sesuai dengan apa yang tersedia di setiap ruang denah. Dengan fungsi ini, pengguna denah lantai dapat dengan mudah mengetahui apa yang ada di ruangan. Selain itu, pengguna denah lantai juga dapat menentukan pemilik atau pengguna ruangan yang ada di suatu bangunan atau gedung.

Jenis-Jenis Denah

Denah dikelompokkan dalam beberapa jenis, untuk informasi lengkapnya silahkan baca pembahasan di bawah ini :

Ø Denah Sederhana : jenis denah sederhana ini memiliki definisi denah yang telah dibuat dalam bentuk praktis dan belum dipublikasikan secara resmi. Contoh dari jenis denah ini adalah denah kelas dan tempat duduk siswa.

Ø Denah Desain Kompleks : sedangkan pada jenis denah desain kompleks adalah untuk tujuan menciptakan bangunan atau lokasi dengan struktur kompleks. Salah satu contohnya adalah peta kawasan wisata Baturaden yang dibuat oleh Kantor Pariwisata Banyumas.

Unsur-Unsur Denah

Denah terdiri atas beberapa unsur utama, yaitu sebagai berikut :

Ø Judul Denah. Bahwasanya setiap pembuatan denah harus diawali atau disertai dengan judul untuk memudahkan penggunanya.

Ø Adanya Gambaran Umum Lokasi. Menurut definisi dan fungsinya, denah juga harus menggambarkan detail umum lokasi atau bangunan. Ini dilakukan untuk membuat pengguna atau pembaca mudah dimengerti.

Ø Adanya tanda arah utara. Ini adalah komponen yang sangat penting dan harus tersedia dalam gambar denah.

Ø Petunjuk berupa nama. Denah tidak hanya berisi gambar, tetapi juga memberi nama lokasi atau elemen dalam bangunan. Ini untuk memudahkan pengguna mengenali lokasi atau ruang.

Langkah-langkah untuk Membaca Denah

Berikut dibawah ini langkah – langkah atau cara membaca denah, antara lain sebagai berikut:

·     Bacalah terlebih dahulu judul denah tersebut, yang biasanya di bagian tengah atas.

·     Perhatikan pernyataan atau legenda yang menjelaskan simbol pada denah.

·     Baca juga hubungan antara denah, baik dalam bentuk jalan maupun dalam bentuk bangunan.

·     Ajukan segala hal yang ingin kita ketahui dari denah tersebut.

·     Baca juga seluruh konten denah untuk mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan.

        Menyusun Cerita Berdasarkan Ide Pokok


Pernahkah kamu menulis sebuah cerita? Cerita merupakan karangan yang berisi kejadian atau peristiwa yang disusun berdasarkan urutan waktu. Agar dapat menyusun cerita yang baik, harus menentukkan ide pokok untuk dikembangkan menjadi paragraf. Kalimat yang merupakan ide pokok menggunakan kata-kata yang bermakna umum. Setelah itu, barulah mencari kata kunci dari setiap kalimat. Kata kunci tersebut digunakan dalam beberapa kalimat.

            

Selasa, 22 Desember 2020

PEMBELAJARAN IPA KELAS 5 TEMA 1 SUBTEMA 1

 

ORGAN GERAK HEWAN DAN MANUSIA

Organ Gerak pada Hewan dan Manusia

Makhluk hidup akan bergerak apabila ada rangsangan yang mengenai sebagian tubuhnya. Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah bergerak atau berpindah tempat. Cara makhluk hidup bergerak bisa bermacam-macam, antara lain berjalan, berlari, terbang, berenang, atau merayap. Hewan bergerak untuk mencari makan dan melindungi diri.

Gerak pada manusia dan hewan menggunakan organ gerak yang tersusun dalam sistem gerak. Alat gerak manusia dan hewan berupa tulang (alat gerak pasif) dan otot (alat gerak aktif). Tulang disebut alat gerak pasif karena tidak dapat bergerak sendiri. Otot disebut alat gerak aktif karena memiliki  suatu senyawa kimia yang membuatnya dapat bergerak.

Kerangka Hewan Vertebrata



Menurut jenisnya, hewan dibagi menjadi dua, yaitu hewan bertulang belakang (vertebrata) dan hewan tidak bertulang belakang (avertebrata). Ciri hewan vertebrata :

Hewan vertebrata berbeda dengan hewan invertebrata. Berikut ciri-ciri unik yang bisa ditemukan pada setiap hewan vertebrata:

  1. Tubuh memiliki tulang belakang sejati, dengan kerangka internal (endoskeleton) dan otot yang melekat pada tulang.
  2. Sistem peredaran darah tertutup, dan alat pernapasan paru-paru atau insang untuk penukaran gas (oksigen dan karbon dioksida).
  3. Jantung ventral dengan 2 –  4 ruang
  4. Sistem pencernaan yang dilengkapi dengan hati, kelenjar pencernaan, dan pankreas. 
  5. Tubuh terdiri dari kepala, badan, dan ekor. 
  6. Sistem saraf dari sistem saraf pusat otak yang memproses informasi melalui organ sensorik.
  7. Memiliki selaput kulit.
  8. Alat gerak aktif berupa kaki, sayap, atau sirip.
  9. Sistem ekskresi berupa ginjal.


        Hewan Vertebrata memiliki tulang dalam atau endoskeleton yang berfungsi untuk menopang berat badan hewan tersebut.

Berikut ini beberapa jenis hewan vertebrata beserta struktur kerangkanya :

Ikan (Pices)



Ikan merupakan jenis hewan vertebrata terbesar di dunia. Hewan vertebrata ini ditemukan sekitar 500 juta tahun lalu dan kini terdapat 24,000 jenis ikan yang berbeda. 

Ikan dapat dibagi berdasarkan jenis habitat air:

Ø  Ikan air tawar: terdiri dari sekitar 41 jenis. Contohnya ikan emas, ikan oscar, dan ikan cupang.

Ø  Ikan air asin: terdiri dari 15,000 jenis. Contohnya ikan bintang dan ubur-ubur.

Setiap jenis ikan memiliki keunikan masing-masing, tapi hampir seluruhnya mempunyai beberapa ciri-ciri yang sama, antara lain:

Ø  Berdarah dingin (Ektotermik): Ikan tidak mampu meregulasi suhu tubuh sendiri. Mereka mengandalkan temperatur lingkungan. Suhu tubuh ikan berubah tergantung suhu lingkungan mereka. 

Ø  Hidup di air: Seluruh ikan berhabitat di dalam air. Namun, ada beberapa ikan seperti ikan mudskipper yang bisa hidup di daratan. Ingat, tidak semua binatang yang hidup di air adalah ikan, contohnya lumba-lumba, paus, dan kura-kura. 

Ø  Bernapas dengan insang: Semua ikan memiliki insang untuk menyerap oksigen dalam air dan mengeluarkan karbon dioksida. Ada beberapa jenis ikan yang tinggal di lingkungan dengan kadar oksigen rendah memiliki paru-paru juga.Seluruh jenis ikan mempunyai insang sepanjang hidup mereka. Sebagian hewan yang memiliki insang untuk sementara bukan merupakan ikan, contohnya kecebong yang bermetamorfosis menjadi katak.

Ø  Kandung Kemih Berenang: Disebut juga kandung kemih gas, yang bermanfaat sebagai daya apung, agar tidak tenggelam atau mengapung berlebihan. Organ ini terletak pada bagian punggung ikan. 

Ø  Sirip: Ada banyak tipe sirip pada ikan, tapi yang paling umum ditemukan adalah sirip ekor, sirip dada, sirip dubur, dan sirip punggung. Fungsi sirip adalah mengatur ikan berenang.

Ø  Jantung ventral dengan 2 ruang

Ø  Tidak ada telinga eksternal dan kelopak mata

Katak (Amfibi)



Hewan amphibi mudah ditemukan di berbagai bagian dunia. Namun, sebagian besar hewan vertebrata ini hidup di area yang hangat dengan curah hujan tahunan tinggi. Jumlah mereka kini ada sekitar 7,000 jenis di dunia. Contoh hewan amphibi adalah katak, salamander, dan caecilian.

Ciri-ciri hewan amphibi:

Ø  Berdarah dingin: suhu tubuh tergantung dengan temperatur lingkungan. Hewan Amphibi aktif dalam lingkungan hangat.

Ø  Jantung ventral dengan 3 ruang

Ø  Bernapas dengan insang, paru-paru, dan kulit: Pada fase larva, hewan amphibi bernapas dengan insang. Saat tumbuh dewasa dan mulai hidup di daratan, mereka mulai bernapas dengan paru-paru dan kulit. 

Ø  Berkembang biak dengan telur tanpa cangkang: Sebagian besar hewan amphibi mengalami proses metamorfosis

Ø  Hewan Amphibi Dewasa adalah Karnivor: Dalam air mereka mengonsumsi ikan, dan reptil kecil. Di daratan, mereka mengonsumsi cacing dan serangga.

Ø  Kulit permeabel dan lembab

Burung (Aves)

Aves ialah kelas tersendiri dalam suatu kingdom animalia, aves atau burung mempunyai ciri umum yakni berbulu dan kebanyakan diantara mereka bisa terbang. Kelas aves ialah satu-satunya kelompok hewan yang mempunyai bulu, (jangan salah mamalia berambut, bukan berbulu). Hal ini dikarenakan keunikan tersendiri dari kelompok hewan tersebut.

Ciri-ciri hewan Aves:

Ø  Tubuh dipenuhi bulu :  berfungsi untuk melindungi tubuh mereka dari suhu di lingkungan (diluar tubuh mereka). Dengan mereka memiliki bulu yang menutupi kulit sehingga mereka dapat mengatur suhu tubuh mereka entah itu panas ataupun dingin.

Ø  Rangka tubuh yang ringan dan tulang keropos : memudahkan mereka untuk melakukan pergerakan, terutama pada bagian sayap mereka.

Ø  Berkembang biak dengan bertelur (ovipar)

Ø  Hewan homoioterm (berdarah panas) : Cara kerja hewan aves yang termasuk homoioterm dengan mengatur suhu tubuh melalui proses berkeringat atau proses radiasi. Proses radiasi pada sistem pengaturan suhu hewan yang berdarah panas karena adanya emisi dari energi elektromagnet sehingga panas ditransfer ke obyek lain yang tidak kontak langsung.

Ø  Bersayap dan sepasang kaki : Fungsi sayap dan kaki pada hewan aves adalah memudahkan mereka dalam berpindah tempat (akomodasi). Biasanya beberapa hewan aves menggunakan sayap untuk bermigrasi ke tempat lain.

Ø  Bernafas dengan paru-paru dan kantung hawa : Kantung hawa pada aves biasa difungsikan jika aves kekurangan udara sehingga cadangan udara pada kantung hawa berfungsi saat diperlukan saja.

Ø  Habitat perairan dan daratan

Ø  Bagian bulu pada tubuh aves terdiri dari plumae, filoplumae dan plumulae

Ø  Sistem ekskresi menggunakan ginjal dan tidak ada kandung kemih

Ø  Bagian jantung ada 4 (empat)

Ø  Sistem peredaran darah tertutup

Ø  Organ reproduksi antara jantan dan betina berbeda

Reptil



Istilah reptile berasal dari kata Reptum yang berarti melata. Reptile masuk dalam  tetrapoda yakni hewan berkaki empat. Reptil adalah organism vertebrata (bertulang belakang) dan ada juga berkaki empat, mempunyai sisik yang menutupi semua permukaan tubuhnya serta bersifat poikiloterm (berdarah dingin). Menurut para ahli, reptile ialah organism pertama yang bisa bertahan hidup di lingkungan yang kering.

Ciri-ciri Reptil :                            

Ø  Reptil mempunyai kulit bersisik serta kering yang terbuat dari zat tanduk yang fungsinya guna melindungi dari kekeringan.

Ø  Reptil berjalan dengan melata dimana semua tubuh menelungkup ke tanah, sementara pada bangsa ular bergerak dengan mengerutkan otot di kedua sisi tulang belakang secara bergantian.

Ø  Reptil mempunyai 2 pasang kaki dan pada tiap kaki mempunyai cakar. Sementara pada penyu kakinya memipih berbentuk kayuh guna membantu saat berenang.

Ø  Reptil berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar), misalnya pada penyu dan bertelur melahirkan (ovovivipar), misalnya pada ular boa. Fertilisasi secara internal, alat kelamin jantan biasa disebut sebagai hemipenis.

Mamalia


Perbedaan Hewan Vertebrata dan Avertebrata

Hewan diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu vertebrata dan avertebrata (invertebrata). Kelompok hewan vertebrata dan avertebrata memiliki banyak perbedaan. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang punggung dengan sumsum tulang belakang. Avertebrata adalah hewan tanpa tulang belakang dan merupakan kelompok besar hewan dari semua spesies hewan.

Berikut ini beberapa perbedaan vertebrata dan avertebrata dilihat dari berbagai aspek :

1. Karakter fisik : Avertebrata tidak memiliki tulang belakang, sedangkan vertebrata memiliki tulang belakang.

2. Habitat : Kedua tipe kelompok hewan tersebut hidup di habitat yang beragam.

3. Populasi : sampai sekarang hampir 2 juta spesies avertebrata sudah diidentifikasi yang menyusun sekitar 98 % dari total hewan, disisi lain vertebrata hanya mengisi 2 % dari spesies hewan.

4. Klasifikasi : vertebrata diklasifikasikan ke dalam ikan (pisces), amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Sementara itu, avertebrata diklasifikasikan menjadi hewan berpori, hewan berongga, cacing, hewan lunak, hewan berbuku-buku, dan hewan berduri.

5. Ukuran : avertebrata, seperti ulat, kerang, dan serangga-serangga kecil bergerak lambat karena kekurangan cara untuk membuat badannya menjadi lebih besar dan kekurangan otot yang diperlukan untuk menggerakkan badannya. Vertebrata memiliki kemampuan untuk berkembang lebih cepat dan badan yang lebih besar dari avertebrata.

6. Adaptasi pada lingkungan : Vertebrata memiliki saraf yang berkembang tinggi. Avertebrata memiliki sistem saraf yang sederhana dan kebanyakan dari mereka bertindak dengan insting.

 


Gerak pada Hewan Vertebrata dan Avertebrata

Gerak pada hewan vertebrata dan avertebrata umumnya terjadi secara sadar. Perbedaan gerak pada vertebrata dan avertebrata:

1. Gerak pada Vertebrata

Alat gerak pada vertebrata meliputi alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Tulang dalam sistem gerak merupakan alat gerak pasif karena berhubungan dengan fungsi tulang yang hanya dapat bergerak bila digerakkan oleh otot. Otot  merupakan alat gerak aktif karena kemampuannya berkontraksi dan relaksasi. Contoh : ikan laut anggota geraknya berupa sirip yang berpasangan. Hewan yang hidup didarat memiliki tulang belakang yang melengkung. Rangka pada hewan vertebrata berbeda-beda sesuai dengan tempat hidup, fungsi, dan cara hidupnya.



2. Gerak pada Avertebrata

Tidak semua avertebrata memiliki sistem saraf. Hewan yang tergolong protozoa dan porifera tidak memiliki sistem saraf. Setiap sel penyusun tubuh hewan tersebut mampu mengadakan reaksi terhadap stimulus yang diterima dan tidak ada koordinasi antara satu sel dengan sel tubuh lainnya. Hewan bersel satu, seperti amoeba, meskipun tidak mempunyai urat saraf, tetapi protoplasmanya dapat memalkukan segala kegiatan. Protozoa memiliki tiga alat gerak yaitu kaki semu, flagel, dan silia.

 



PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS 5 BAB 1

MEMOHON PERTOLONGAN ALLAH SWT DENGAN KALIMAT THAYYIBAH HAUQALAH Mengenal Kalimat Thayyibah Hauqalah Kalimat thayyibah artinya kalimat atau u...